Focus Group Discussion Penyusunan Tarif Layanan BLU Universitas Jember

Jember, 19-20 Juni 2024 – Universitas Jember mengadakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Penyusunan Tarif Layanan BLU, bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Kewirausahaan. Kegiatan ini melibatkan Badan Pengembang Usaha (BPU) Universitas Jember, Unit Penunjang Akademik (UPA) Universitas Jember, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membahas proses penetapan tarif BLU yang transparan. Materi disampaikan oleh Dr. Regina Niken Wilantari, S.E., M.Si dan Dr. Rida Perwita Sari, S.E., MAKs., Ak., CA., CPA, materi ini tidak hanya fokus pada teori tetapi juga pada praktik nyata yang dapat diterapkan di universitas.

 

Proses penetapan tarif dimulai dengan pengumpulan data dari berbagai sumber, termasuk melakukan benchmarking tarif layanan sejenis dari universitas lain. Langkah ini memastikan bahwa tarif yang diusulkan kompetitif dan sesuai dengan standar industri. Tim UPA kemudian menyusun usulan tarif berdasarkan analisis biaya total, mencakup biaya langsung seperti tenaga kerja dan bahan baku, serta biaya tidak langsung seperti overhead dan penyusutan. Penambahan markup yang wajar juga dipertimbangkan untuk memastikan tarif yang adil bagi semua pihak. Dalam FGD ini, dijelaskan bahwa kebijakan penyusunan tarif menggunakan berbagai pendekatan seperti cost minus, cost plus, dan cost recovery. Beberapa layanan mendapat subsidi sehingga tarifnya lebih rendah (cost minus), sementara layanan lain menggunakan markup untuk menutupi biaya operasional (cost plus) atau untuk mengembalikan investasi (cost recovery).

Evaluasi dan validasi tarif dilakukan melalui benchmarking dengan kompetitor yang menawarkan layanan serupa, serta uji coba tarif baru pada beberapa unit layanan untuk mengukur dampaknya terhadap permintaan dan pendapatan. Masukan dari publik juga sangat diutamakan, dimana kritik dan saran dari masyarakat diintegrasikan dalam penyesuaian tarif sebelum finalisasi. Selain aspek biaya, pertimbangan lain seperti daya beli masyarakat dan persaingan yang sehat juga menjadi fokus dalam penyusunan tarif. Data jumlah pendaftar, registrasi, dan besaran UKT digunakan untuk menilai daya beli, sedangkan perbandingan dengan kompetitor memastikan tarif yang tetap kompetitif di pasar.

 

Hasil dari FGD ini adalah pembaruan tarif layanan di halaman web resmi Universitas Jember, yang kini lebih transparan dan sesuai dengan produk serta jasa layanan Unit Usaha di lingkungan universitas. Proses penetapan tarif yang sistematis ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan universitas tanpa mengabaikan daya beli masyarakat. Dr. Regina Niken Wilantari menyatakan, "Diskusi ini sangat produktif dan memberikan wawasan baru bagi semua peserta. Kami yakin bahwa tarif yang baru akan memberikan manfaat besar bagi universitas dan masyarakat." Sementara itu, salah satu peserta, Mohammad Fadil, menyampaikan, "Saya sangat mengapresiasi keterbukaan Universitas Jember dalam menyusun tarif. Ini menunjukkan komitmen universitas untuk terus berinovasi dan mendengarkan kebutuhan masyarakat." Dengan semangat kolaborasi dan transparansi, Universitas Jember terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan memberikan yang terbaik bagi semua pemangku kepentingan. Kegiatan FGD ini adalah salah satu langkah konkret menuju arah tersebut.